nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

0 pesan dari merpati

nat to jurnal — Tags:  

Kadang terlihat merpati terbang membawa surat putih, namun seringkali merpati itu hanya terbang berputar-putar di langit, tak jelas mau menjatuhkan surat ke rumah yang mana. Karena di kampung bawah, ada rumah lain yang juga menunggu surat yang sama.

Untuk surat yang sudah jelas dibawakan kepada saya, apalagi kalau isinya baik, pesan yang secara spesifik menjawab pertanyaan atau permintaan yang pernah saya ajukan, saya sempatkan menulis pesan balasan ucapan terima kasih dan menitipkannya kembali pada merpati. Bisa dipastikan pada waktu itu langit Jakarta cerah sepanjang hari. Kalaupun hujan turun, segera berganti pelangi besar dengan warna-warni yang kontras memagari kaki langit. Namun sebaliknya, surat-surat lain yang tak mampu saya telusuri, tak bisa saya ambil dari merpati. Yang saya sendiri tak punya jawaban pasti untuk pertanyaan yang timbul, “Itu buat saya, atau siapa?”

Membaca pesan dari sikap seseorang memang gampang-gampang susah, susah-susah gampang. Sebagian orang diberi karunia untuk mampu membaca pesan yang tersimpan di balik perilaku orang lain dengan baik. Sebagian orang lagi tak punya kemampuan ini. Mungkin tingkat intelektualitas cukup mempengaruhi. Mungkin pengalaman hidup, dan pergaulan, juga bacaan, ikut menentukan perbendaharaan kamus-perilaku yang dimiliki seseorang.

Saya tidak tahu persis ada di kategori mana. Yang saya tahu, saya sudah kenyang dengan penolakan. Nyaris terlalu akrab dengan semburan adrenalin tiap kali merasakan diri terjun bebas dari lantai penthouse gedung pencakar langit ke paving-block parkir. Berkeping-keping. Untungnya, tiap kali jatuh, kepingan-kepingan itu selalu saja masih bisa dikumpulkan, dan direkatkan lagi dengan baik. Kerennya pula, meski ada gurat rekatan yang tak bisa hilang dan sedikit sompel di sana-sini, biasanya malah jadi lebih cantik.

Rekatan baru kepingan-kepingan itu membentuk pribadi yang terlihat hari ini. Yang pada akhirnya merasa tidak perlu lagi membaca apa-apa, apalagi kalau yang ditemukan hanya seperangkat papan rambu yang memancarkan warna-warna acak yang tidak mudah dipahami. Karena mungkin memang, bukan untuk dipahami.

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p