nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

3 souvenir rokok

nat to jurnal — Tags:  

Di kantor, saya dikenal sebagai antirokok.

Itu mungkin sebabnya ada beberapa yang heran kalau pernah tahu atau melihat saya menghadiahi beberapa orang souvenir yang “berbau-bau” rokok. Misalnya asbak, kotak rokok, korek api/gas, atau boneka-boneka kecil bergambar rokok. Kata mereka yang menerima souvenir-souvenir itu, “Ini sama saja dengan nyuruh merokok.” :p

Penjelasan paling representatif adalah ini:

Saya cukup perhatian sama kamu sehingga berusaha memberikan sesuatu yang setidaknya menurut saya cukup mewakili minat atau kebutuhanmu; tapi saya tidak sepeduli itu sama kamu dan kesehatanmu, atau apa alasanmu hingga kamu tergila-gila sama rokok.

No offense.

Ya. Di satu sisi, saya punya banyak sekali teman perokok, bahkan yang berat-berat. Tentu saja saya gak merasa perlu untuk ngerecokin keputusan mereka mau jadi perokok atau tidak, bukan? Dan tentu pula status perokok mereka terlalu lemah untuk mencegah saya bisa dan mau bergaul bersama mereka, bercengkerama atau bahkan sering bertukar pandang. Bukan itu penentunya kita bisa jadi berteman dekat kan? Kalau nyambung, ya nyambung saja.

Di sisi lain, dalam hidup ini (at least sampai saat ini) cuma ada satu orang yang padanya saya merasa peduli dan sangat perlu mewanti-wanti agar dia mau menghentikan kebiasaan merokok. Orang itu, ayah saya. Saya mencintai dia. Saya punya kepentingan untuk melihatnya tetap sehat. Kepentingan saya, tak ingin kehilangan dia karena rokok. Bahkan kalau saja hidup mengizinkan, saya tak ingin kehilangan dia sama sekali, sampai kapan pun.

Ayah adalah seorang perokok berat. Dokter di Penang sudah berulang kali mengingatkan “Jangan pernah lagi merokok”, “Tinggalkan rokok”, “Berhenti merokok”. Itu karena kondisi paru-paru Ayah sudah mulai dipenuhi racun asap rokok yang diisap selama puluhan tahun.

Saya tahu tidak gampang menghentikan kebiasaan merokok. Dari pengalaman Ayah. Tiap kali beliau pergi medical check-up ke Penang, Ayah bisa berhenti merokok selama berada di sana. Lingkungan di sana bersih sekali dan sangat mendukung, sehingga tidak terlalu ada rasa butuh rokok. Itu katanya. Tapi tak berapa lama kemudian sekembali ke Medan, pelan-pelan rokok disentuhnya lagi. Mula-mula sebatang sehari. Besoknya dua batang. Lama-lama balik lagi seperti biasa.

Oleh Ibu, kami anak-anaknya diingatkan untuk sering-sering bilangin Ayah supaya berhenti merokok. Sudah gak mempan kalo Ibu yang bilang, katanya. Perlu kami anak-anaknya yang rajin-rajin ngingetin, khususnya saya–kata Ibu–karena saya “anak kesayangan” Ayah.

Jadi, kenapa saya rewel ke Ayah, itu karena saya mencintai dia. Dan kenapa saya tidak rewel kepada perokok-perokok lain bahkan masih mau berbaik hati membelikan souvenir serba rokok, itu karena saya tidak terlalu peduli dan tidak terlalu takut kehilangan mereka. Perbandingan yang mungkin agak kasar, tapi itulah kebenarannya.

3 Comments »

  1. Rheenee says:

    hehehehhehehe…
    Mau dong souevenirnya, li…

    [Reply]

    Peanut Reply:

    Boleh. Next traveling gue beliin yah :-*

    [Reply]

  2. Panama says:

    Hal lain yang penting untuk diketahui, bahwa sekali anda perokok, anda adalah tetap perokok. Kalaupun anda sudah berhasil berhenti beberapa tahun, hal ini sama sekali tidak menghilangkan kebiasaan anda merokok. Hanya dengan satu hisapan rokok, (ya hanya satu sedot saja), maka dalam 1-2 minggu ke depan anda sudah menjadi perokok aktif kembali bahkan dengan jatah yg lebih banyak. Kalau sudah mulai merokok, sebaiknya beli saja rokok banyak2 (1 bal gitu) karena akan sulit untuk berhenti lagi. Karena itu selalu menjaga setiap hari untuk tidak merokok dan seriuslah dengan keputusan berhenti merokok. Ini adalah masalah hidup dan mati. Berhenti merokok bukan lelucon, tidak ada tempat sama sekali yang lucu kalau anda kembali merokok, itu adalah suatu yang menyedihkan.

    [Reply]

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p