nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

4 do you (really) care?

nat to jurnal — Tags:  

Segala sesuatu dibuat ada tujuannya, ya kan?

Pakaian dibuat untuk melindungi kita dari panas dan hujan. Kendaraan dibuat untuk membantu kita supaya gak capek jalan kaki kemana-mana. KTP dibuat untuk membantu orang mengenali kita. Kasihan kan kalau ada kejadian buruk, seperti orang tersesat yang hilang ingatan misalnya, atau korban pembunuhan di pelosok antah berantah. Knock on wood! Akan sulit sekali mengenali korban kalau gak ada tanda pengenal di sekitar tubuhnya. Itu sih, tinggal crossing finger saja. Berharap CSI bergerak cepat mengumpulkan bukti-bukti dan mendapatkan identitasnya.

Begitu pula dengan ‘short bio’ di social media network seperti Facebook, Twitter, usw. Bukan sesuatu yang wajib diisi memang. Tapi kita tahu apa tujuan bio itu dibuat, untuk mendeskripsikan diri Anda secara singkat (panjang juga gak ada yang larang sih, silakan saja). Harapannya, bio itu akan membantu orang lain mengenali profil Anda. Tinggal di kota mana Anda sekarang, kerja dimana Anda sekarang, atau bahkan paling tidak (buat sebagian orang yang mementingkan) bagaimana status ‘availability’ Anda.

social media network

social media network

Sebaliknya, kalau Anda ingin tahu kondisi terakhir seorang teman atau kenalan dalam jaringan social media Anda, bio itu akan sedikit banyak membantu Anda. So, when the time comes that you will be catching up with him/her, you know what the right things to ask about, as well as you can avoid unnecessary stupid questions.

Tahukah Anda apa yang akan Anda dapatkan dari sebuah usaha melemparkan satu perkataan sederhana yang tepat? Respect. Attention. Enthusiasm. Dan apa ganjaran bila Anda secara sembrono melemparkan pertanyaan klise yang bodoh? Masih cukup baguslah kalau Anda dapat respon yang juga klise dan tidak antusias. Paling jelek, ya… no response.

Jadi lain kali, ketika Anda berusaha mencari tahu kondisi terakhir seseorang yang baru Anda add di jaringan Anda, please do some little “research”. Research-nya pakai tanda petik, artinya bukan benar-benar riset yang butuh waktu banyak apalagi uang, bahkan googling pun tak perlu. Cukup gunakan fitur yang sudah ada yang memang dibuat untuk memudahkan Anda. Go check their bios. Kalau punya sedikit waktu lebih, sempatkan mengintip sebentar album foto mereka. Dan singgunglah–sedikit saja–hal-hal menarik dari apa yang Anda perhatikan itu ketika memulai perbincangan dengan mereka.

Dengan begitu, kesungguhan Anda mencari tahu akan terlihat. Kepedulian Anda terasa tulus. ‘Cause you know what? They can see whether you are faking your care or not.

4 Comments »

  1. Yoga says:

    Some people might conduct deep research deeply which is end up as stalker. :D
    Nice post, keep writing, Nat.
    Yoga´s last blog ..Meninggalkan Perbedaan My ComLuv Profile

    [Reply]

    Peanut Reply:

    Tell me about it. That’s even worse! :))

    [Reply]

  2. Imelda says:

    NAH, masalahnya aku selalu do some research, tapi ngga tau deh ada orang-orang tertentu yg mungkin segitu bego… ok deh segitu SIBUK nya utk buka biodata. Aku share ya lia….

    [Reply]

    pinat Reply:

    Hahaha… I feel you, Mba. Bikin mangkel dan males ngerespon ya :D
    Monggo di-share, Mba :)

    [Reply]

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p