nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

8 dress code: passion

nat to jurnal — Tags:  

Pernah mikir ngga sih kenapa Anda harus bekerja sembilan jam sehari, lima hari seminggu? Kenapa Anda merasa tak bersemangat tiap kali Minggu sore menjelang yang menandakan hari libur akan segera usai berganti pekan yang kedengarannya begitu menyeramkan? Kenapa Anda tiba-tiba bisa begitu ceria dan mulai menyusun lagi rencana baru di kepala ketika menerima undangan jalan-jalan untuk akhir pekan berikutnya, di saat Anda baru saja menarik setumpuk tugas yang membosankan di Senin siang?

Passion. Istilah yang sangat akrab di telinga saya dan mungkin Anda, setidaknya kalau Anda cukup hobi mengikuti ceramah atau seminar-seminar motivasi manajemen pribadi.

Dalam kamus para motivator, yang juga saya yakini benar, passion adalah kunci untuk mendapatkan kehidupan pribadi dan profesional yang berkualitas. Passion dalam bekerja. Lebih spesifik lagi, passion dalam bidang profesi yang kita jalani.

Menurut inspirator sekaligus “sahabat-udara” saya, Jamil Azzaini, kealpaan passion membuat banyak orang hanya akan tampil tak ubahnya seperti “zombie-zombie” dalam hidup sehari-hari. BP7. Berangkat Pagi Pulang Petang Pantat Panas Penghasilan Pas-pasan.

:wink:

Kalau direnungkan dan dievaluasi kehidupan kita sampai detik ini, apa sih sesungguhnya yang kita rasakan setiap hari? Ada di jalan manakah kita saat ini?

Kemarin, di sela-sela tugas dinas ke Bandung, saya sempat bertemu dengan seorang bekas teman kuliah. Teman saya ini sedang mengambil kuliah magister di jurusan yang sama dengan yang kami ambil waktu kuliah sarjana dulu.

Saya sangat bergairah ingin bertemu dengannya, dan cukup kaget saat melihatnya seperti tak punya gairah dan semangat sama sekali (padahal secara fisik dia tampak lebih baik; lebih sehat dan lebih putih dari pertemuan kami terakhir –bukti bahwa Bandung memang selalu ramah kepada orang2 yang ingin lebih “mencerahkan” kulit).

:grin:

Yang menarik adalah ketika teman ini mengungkapkan alasan sebenarnya di balik motivasinya kembali bersekolah. Bosan bekerja. Dan menurutnya, banyak teman2 yang lain juga sama, kuliah karena bosan kerja.

Saya makin berasa “aneh” waktu ditodong dengan pertanyaan, “Emang loe ga bosan kerja? Kok ga bosan sih??”

What??

Saya menghitung dalam hati sudah berapa lama saya bekerja. Lima, enam tahun. Well… mungkin itu masih baru kali ya, jadi saya belum sampai ke taraf bosan, kata saya. Tapi dia juga sama toh. Segituan juga.

Jadi apa yang salah? Atau apa yang benar?

Entahlah. Mungkin terlalu sombong kalau mengklaim saya sudah mengambil jalan yang benar.

Hanya saja, menurut saya, cobalah untuk menemukan passion Anda dalam bekerja. Supaya Anda tidak gampang bosan. Atau paling tidak, ketika kebosanan itu datang, Anda masih memiliki sesuatu yang Anda sukai dalam bekerja, sehingga kebosanan itu tidak menguasai Anda.

8 Comments »

  1. hadi samsul says:

    hehe..mampir juga ahhh… senang bisa berkenalan dengan gengnya mangkumlod…
    passion–> tidak ada bedanya dengan fashion, jika yang mengucapkan adalah mangkumlod a.k.a urang sunda hehehehe… maaf, mengacak2 tulisannya dengan komentar ini :D :D :D hadi samsul´s last blog ..Catatan yang tersisa dari HUT Kompasiana. My ComLuv Profile

    [Reply]

    Peanut Reply:

    hahaha… teu nanaon lah diacak2 ku urang sunda ogeh mah. nanti gantian saya ngacak2 di hadisome ah :grin:

    [Reply]

    hadi samsul Reply:

    hahahaha…yumari, acak2 aja. hadisome sih udah acak2an, jadi kalo mau, sok we rapihkeun heheheu :D :grin: hadi samsul´s last blog ..Foto Bareng Sherina My ComLuv Profile

    [Reply]

  2. Mangkum says:

    Kenapa judulnya dress code?

    Passion, iyah gw lagi nyari passion… (udah tua gini baru nyari2). Hm.. bisa ga sih passion itu di-create (bukan ditemukan)?
    Mangkum´s last blog ..Hah!? Lo Ga Kenal Gue?! My ComLuv Profile

    [Reply]

    Peanut Reply:

    dress code mewakili pakaian khusus atau seragam yang dipakai ke suatu acara tertentu yang (diharapkan) memiliki makna. so karena profesi atau pekerjaan, menurut si peanut, adalah sesuatu yang harus memiliki makna, maka dia kasih judul: dress code. supaya setiap orang -termasuk dirinya- selalu mengenakan “seragam passion” dalam apapun pekerjaan yang dilakukannya :)

    passion bisa di-create? aku lebih suka dan lebih memilih untuk mencari & menemukannya, karena yakin bahwa passion itu ada. mencari dan terus mencari, keep questioning on everything. ketika akhirnya menemukannya, perasaan yang ada tak bisa diungkapkan dengan kata2. BUT, however, kata Kahlil Gibran: jika kau ingin bahagia seumur hidup, cintailah pekerjaanmu. berarti, seharusnya, mencintai terlebih dahulu (atau being passionate terlebih dulu), bisa saja dilakukan. it’s up to us mau menjalani yang mana, karena menjalani hidup dengan keputusan atas pilihan yang diambil dengan sadar, juga akan mendatangkan passion pada akhirnya :wink:

    [Reply]

  3. maharani says:

    yap, so the password is passion (eh, dress code :p). dan gw termasuk kelompok yang masih mencari passion dalam bekerja…errr…mencari bidang karir yang menjadi passion gw (lebih tepatnya)…. :grin:
    semoga belum terlambat….. O:) maharani´s last blog ..Telat Punya Blog? My ComLuv Profile

    [Reply]

    Peanut Reply:

    kabar baiknya adalah, tidak pernah ada kata terlambat selama kita terus mencari. ayo cari terus, Ra :wink:

    [Reply]

  4. irwan says:

    serius menyimak bacaannya.

    [Reply]

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p