mas kawin pilihan
Lagi iseng ngebayangin kira-kira mas kawin apa yang saya mau untuk menikah nanti. Mau yang unik, bukan seperangkat alat biasa seperti yang sering saya lihat, dengar dan baca hampir di setiap pernikahan yang saya tahu selama ini
So… considering I’m slightly to begin learning and liking photography… what if I pick a full set of camera and photography kit as the mas-kawin?
Atau sertifikat kepemilikan saham atas salah satu perusahaan publik yang saya incar?
Atau… peta dunia yang sudah ditandai dengan jejak2 bendera di sejumlah tertentu negara yang akan saya dan calon suami saya rencanakan untuk kami kunjungi sampai peringatan 10 tahun pernikahan kami nanti, misalnya…
Well… sebetulnya imajinasi ini mulai “sah” beroperasi di kepala sejak “sedikit kegundahan” saya terjawab kira-kira akhir pekan lalu. Pernikahan dadakan moderator sebuah milis komunitas backpacker yang saya ikuti, menggunakan mas kawin yang tak biasa. Uang tunai 9 Real 10 Euro dan 9 USD, sesuai tanggal pernikahan mereka: 09.10.09. Oke, uang tunai memang sudah biasa. Yang tak biasa adalah, seperangkat alat yang “tak biasa”: Peralatan traveling. Nice!
Terbantahkan sudah keraguan (atau ketakutan?) saya selama ini, bahwa mas kawin rupanya tidak harus seperti yang biasanya selalu ada: seperangkat alat sholat (?). Yah… mungkin ini cuma pikiran jahil saya tapi entahlah kerap kali juga muncul di otak: buat apa sebetulnya mas kawin seperangkat alat sholat… toh kan semua orang juga sudah punya alat sholat… *dueng
Anyway… berimajinasi yang lucu2 boleh dong… biar ga stuck dan stres
~peanut~



This is an example of a WordPress page, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from.

Mangkum
13 Oct, 2009
Deuh yang mau kawin pikirannya begini dweh! -LOL
Mangkum´s last blog ..Akhirnya Nongol Lagi… 
Gw pengen mas kawin yang ketiga dong… hahaha… ga boleh yah?!
[Reply]
Peanut Reply:
October 13th, 2009 at 21:53
‘mau’ di sini maksudnya ‘ingin’ lho ya Mang, bukan ‘akan’
pengen mas kawin yang ketiga? kenapa ga boleh? boleh atuh. tinggal diset aja kapan maunya dan dengan siapa partnernya, ya kan Mang?
[Reply]
mangkum Reply:
October 14th, 2009 at 16:08
Gw pengen yang dikasih…
*alay*
mangkum´s last blog ..Akhirnya Nongol Lagi…
[Reply]
Peanut Reply:
October 17th, 2009 at 03:42
hmm… nyari cewe Minang ya, Mang?
rieka Reply:
October 25th, 2009 at 07:07
kalo mahar tetep harus dari cowok ke cewek atuh say…
kan itu mah ketentuan agama… hehehehe
*cewekminang*
[Reply]
Peanut Reply:
October 25th, 2009 at 21:01
oohh gitu yaa… hehehe.. jadi tau deh
[Reply]
rieka
25 Oct, 2009
oh ya, mahar itu hak calon istri loh…
rieka´s last blog ..Diatasawam 
jadi si calon istri berhak minta apa aja….
[Reply]
Peanut Reply:
October 25th, 2009 at 07:56
Aha! Itu dia maksudnya
Selamat mampir, @riananda
[Reply]
hadi samsul
25 Oct, 2009
oow…udah ngomongin mas kawin aja neh teman baruku ini…. kalo ngundang gw agak repot keliatannya, jauh ya musti ke jakarta hihihi
hadi samsul´s last blog ..Citizen Journalism-sebuah catatan dari pesta blogger 2009
[Reply]