nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

10 firdaus di belitung

Perjalanan terakhir saya ke luar kota, sebelum memulai masa-masa jadi penjaga kota. Awal Agustus lalu. Beruntung sekali rasanya karena perjalanan terakhir itu ternyata ditutup dengan wisata 3 hari 2 malam di Pulau Belitung, kampung halaman Ikal dkk, para anggota Laskar Pelangi.

Setelah eksklusivitas Pantai Lagoi di Bintan yang menurut saya memang cukup menyaingi eksotisme pantai-pantai di Bali, boleh jadi Belitung adalah miniatur firdaus yang sesungguhnya.

silhoutte under sunset

Ya tentu saja tidak sesungguh-sungguh itu, karena perjalanan saya yang pelan-pelan mulai merambah beberapa pantai di tanah air yang indah-indah, justru semakin meyakinkan hati bahwa negeri tercinta ini punya banyak sekali taman-taman eden di dalamnya. Tak sanggup memikirkan bagaimana Si Pencipta itu punya sense of art yang sangat high class, sampai bisa melukiskannya demikian. Kata saya mah, tak tertandingi :-)

Jurnal, yang semula seharusnya adalah catper ini, sebetulnya sudah tidak akan saya tulis lagi. Tetapi malam ini, sambil menunggu naskah untuk saya take voice di kantor dan mendengar suara merdu Ronan Keating menyanyikan Time After Time di notebook, tiba-tiba saya rindu pantai. Rindu berendam kaki selutut di pinggir laut biru. Rindu berdiri di balik jendela-jendela mercusuar bertingkat 18 di Pulau Lengkuas dan memandang jauh ke laut lepas, sambil angin memburai-buraikan rambut saya. Ah ini pasti gara-gara TransTV tadi menyiarkan berita tentang Pulau Jemur yang katanya menjadi tujuan wisata baru orang Malaysia. Tuhan, aku ternyata memang sangat mencintai pantai dan laut-Mu ya. Tapi kenapa? (self-question kurang penting hari ini).

Tiga hari dua malam, tidak cukup untuk melewati semua firdaus di Pulau Belitung. Masih banyak yang belum saya lihat. Masih kurang lama di sana. Akibatnya, perjalanan itu cukup sukses menimbulkan “derita” yang agak menyesakkan tiap kali saya merasa ingin terbang kembali ke sana. Kapan Kau akan bawa aku lagi ke sana? *berdoa dan berharap

Ada beberapa titik wilayah utama di Belitung, yaitu Belitung Timur dan Belitung Barat. Dua wilayah inilah yang saya kunjungi kemarin, bersama dua orang travelmate saya. Masih ada satu wilayah lagi yang belum sempat kami datangi, Belitung Selatan. Untuk catper ke Belitung Barat dan Belitung Timur, silakan refer ke masing-masing link blog travelmate saya yang sudah lengkap menuliskan kisah perjalanan kami, Kris dan Indah. Di sana tuntas dibahas rincian perjalanan kami sejak awal sampai akhir. Sedangkan untuk Belitung Selatan, well, harus menunggu saya kembali dulu ke sana untuk berbagi oleh-oleh cerita di sini :P

Anyway… tetap ada poin-poin tertentu yang rasanya perlu saya highlight dari perjalanan kemarin.

Untuk berlibur ke tempat-tempat yang baru pertama kali dikunjungi, sebaiknya memang dilengkapi dengan rencana itinerary yang akan dijalani nantinya. Menyusun itinerary ini bisa dilakukan dengan dua cara: pertama, searching sebanyak mungkin tentang tempat yang akan dikunjungi lalu mem-break down nya dalam detil rencana perjalanan; atau kedua, meminjam itinerary orang lain yang sudah pernah datang sebelumnya ke tempat itu. Dalam hal ini, saya beruntung ada teman yang berbaik hati menyusun ulang itinerary untuk perjalanan kami.

Apa manfaat itinerary? First thing first, it really boosts your confidence to go wherever you wanna go. Sama halnya dengan hidup yang memiliki tujuan atau cita-cita, bandingkan dengan hidup yang dijalani tanpa rencana. Jadi tujuan hidup, atau cita-cita, atau rencana, will boost your confidence in living through your live. Meskipun ketika dijalani kadang bisa sedikit berbelok arah, tapi kita tahu hasil akhir apa yang harus diraih dan kemana kita harus melangkah. Wuih, kok pemahaman ini justru saya dapat sekarang ya :D

Khusus ke Belitung, ada satu lagi hal penting yang harus diingat. Sewa mobil untuk perjalanan selama berada di sana, plus… bensin. Kenapa harus sewa mobil? Karena Pulau Belitung itu bukan Pulau Jawa yang mudah terjangkau dengan segala macam moda transportasi yang ada. Di Belitung, satu tempat ke tempat lain jauh jaraknya. Pastikan Anda sudah bikin janji dengan rental mobil yang akan memandu perjalanan Anda selama di sana.

Lalu kenapa pula penting mikirin bensin? Karena ternyata di Belitung sana, bensin seringkali menjadi barang yang langka. Jadi rencanakan perjalanan Anda minimal satu minggu sebelumnya, untuk memastikan pemilik mobil yang akan Anda sewa bisa mengisi full tanki bahan bakarnya. Kalau tidak, rencana itinerary Anda terancam berantakan, karena harus menyesuaikan antara jarak tempuh dengan jumlah bensin dan cadangannya.

Berikutnya yang penting juga adalah pemandu perjalanan. Karena jarak objek yang satu dengan yang lain jauh itu pula, sementara kita orang luar sama sekali tidak tahu jalan, maka jasa pemandu sangat diperlukan. Biasanya, rental mobil di Belitung sudah menyiapkan sopir yang merangkap sekaligus sebagai pemandu perjalanan. Sekali lagi saya beruntung, karena saya menggunakan jasa rental mobil plus pemandu yang selain sangat murah, juga sangat profesional dan memahami kebutuhan (baca: keinginan) pelanggan, termasuk untuk wisata kuliner maupun wisata souvenir khas.

Last but not least, please do snorkeling or even diving under the sea. Anda kan pergi ke Belitung. Laut lepas biru dengan air yang masih rendah di pagi hari dan terus menaik seiring beranjak matahari, terlalu sayang untuk dilewatkan tanpa sekujur tubuh terjun ke dalam air. Lihat di bawah sana, aneka ragam hayati bawah laut akan menenangkan pikiran-kota Anda yang mumet. Rasa diri menjadi begitu kecil ketika berada di tengah-tengah laut lepas, hanya ada perahu yang akan membawa kita kembali ke pantai, selebihnya laut, laut, dan laut. Jauh dari kehidupan kota yang kadang terlalu memusingkan, jauh dari kekhawatiran akan masa depan.

Seperti sekarang… kembali saya sudah merindukan saat-saat itu.

10 Comments »

  1. wiku says:

    melaut lagi dan snorkel lagi yuk

    [Reply]

    Peanut Reply:

    thousand islands? let’s go! *membongkar lagi alat2 snorkel

    [Reply]

  2. ambar says:

    Mba Lia, boleh minta cp driver di Belitung kah? pengen kesana akhir Mei ini, tapi masi blom reserve apapun, hiks. Mba Lia mau ke sana lagi tak? gabung yuk ^^

    [Reply]

    Peanut Reply:

    Halo, maaf baru buka blog lagi :)
    Pak Ito bisa dihubungi di hp nomor 0812.7386.3003 atau 0819.2967.7010, hubungi secepatnya aja beliau, karena perlu disiapin dulu bensin untuk mobilnya. Soalnya bensin di sana kadang langka jadi kudu ngantri lama (tapi itu kasus pas dulu saya ke sana, ga tau sekarang kondisinya gimana).

    Oya pasti dong pengen banget ke sana lagi, dengan waktu stay yang lebih panjang. Masih banyak yang belum dieksplor. Belum tau kapan bisa ke sana, yang jelas Belitung salah satu tempat yang paling meninggalkan rasa khusus buat saya.

    Happy traveling & enjoy your journey ya! :)

    [Reply]

  3. ambar says:

    Makasi banyak infonyaaaa :-*

    [Reply]

  4. tia says:

    mbaa, makasih bgt infonya..
    saya boleh minta itinerary punya mbak lia waktu ke belitung ?
    karena saya ingin backpackeran kesana mbak, terima kasih sebelumnya

    [Reply]

  5. Humaira says:

    Firdaus di Belitung, memang tepat sekali judul postingan ini. Keindahan pantai-pantai Belitung memang sangat menakjubkan. So, mari kita jaga dan lestarikan kekayaan alam Indonesia..

    [Reply]

  6. dieng says:

    ulasannya bikin makin pingin ke belitung. coba foto2nya lebih banyak :)

    [Reply]

    pinat Reply:

    Hmmm… jadi kepikiran kayanya boleh juga nanti foto-foto Belitung nya dipost di sini.. hehe… thank you :wink:

    [Reply]

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p