nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

4 better prevent than cure?

nat to jurnal — Tags:  

Rasanya semua orang tahu pepatah itu. Tapi semua orang juga tahu betapa tak sederhana menerapkan itu.

Seorang teman baru saja divonis kena kanker hati stadium awal. Katanya, serasa dunia runtuh ketika pertama mendapat berita itu. Mungkin seperti seorang terdakwa yang baru mendengar putusan sidang akan dihukum mati di kursi listrik atau ditembak mati.

Penasaran, saya cari tahu seperti apa gejala yang ia rasakan sebelum akhirnya pergi ke RS untuk pemeriksaan.

Gejalanya sering sakit kepala hebat, seperti kena listrik (awalnya diduga vertigo -sakit kepala yang lebih parah dari migren). Sakit di pundak, lemas, dan sakit pada bagian ulu hati. Setelah diperiksakan ke dokter, hasil lab menunjukkan: kanker pada stadium awal. Belum membahayakan, tetapi harus segera diobati agar tidak menjadi parah.

Pengobatan “awal” tetap saja mengharuskannya menjalani kemoterapi sekali sebulan, selama enam bulan. Dan baru kali ini saya mendengar langsung dari orang yang sudah mengalami sendiri, betapa sakitnya menjalani kemoterapi itu ternyata.

Kata dokter, kanker bisa terjadi karena gaya hidup tidak sehat dan makan tidak teratur. Aktivitas yang tinggi tanpa diimbangi dengan asupan gizi seimbang, ditambah pola istirahat yang tidak baik dan tidak cukup, plus lagi lingkungan yang tidak mendukung seperti asap rokok bagi perokok pasif, adalah faktor2 pencetus yang dapat mengakibatkan terkena kanker.

Teman saya kemudian berkata, semoga hanya dirinya saja yang mendapat penyakit ini dan teman2 lain jangan sampai dapat penyakit seperti yang ia alami.

Saya termenung.

Betapa selama ini kita, saya, seringkali mengabaikan gaya hidup sehat, dan tidak perduli pada kesehatan diri sendiri. Sarapan lebih sering dilewatkan. Makan siang atau malam hanya kalau perut sudah laporan minta makan. Olahraga dinomorsekiankan. Pola tidur tak sehat; sering bergadang, bangun tidur setelah matahari terang-benderang, itupun dengan durasi yang sangat kurang.

Apakah harus ada dulu teman atau kerabat yang kena penyakit, baru kita terpacu dan mengoreksi kehidupan yang kurang benar? Apakah harus sakit dulu, baru kita belajar dan memperbaiki kesalahan?

My friends, it’s wake up time.

4 Comments »

  1. p u a k says:

    Aku setuju. Umur-umur sekarang ini memang harus lebih care dengan kesehatan. Karena waktu masih remaja sudah puas dengan ‘makan minum apapun’ mungkin sekarang waktunya peduli.

    [Reply]

  2. mangkum says:

    Iya bener sekali, ngomongnya yang gampang, kalau melakukannya susah banget… ah kalu gitu, gw tidur aja sekarang…

    Salam deh buat temanmu. Hati bukan milik kita. Dan memang tak ada satupun yang kita miliki. Tetap optimistis dan semangat gitu! Ketika satu diambil, sebenernya ada banyak potensi perbaikan yang dikasih. Life must go on, whatever n whoever we are…

    Yg gw fikirin sih, apakah nanti gw akan dikasih cobaan yang berat hanya untuk sekedar mendapatkan hikmah yang orang lain bisa mendapatkannya dengan mudah tanpa cobaan berat. Ataukah mungkin gw ga menyadari ada hikmah sementara cobaan sudah sangat berat.

    Wahai Allah jangan kasih cobaan yang berat padaku dalam hidup ini…

    [Reply]

  3. agoyyoga says:

    Waks…
    Sudah lama nggak mikirin kesehatan, padahal dulunya aku orang yang concern banget dengan keseimbangan hidup dan gaya hidup sehat. Tulisanmu kontemplatif banget buatku Li. Asap rokok, makan nggak teratur, jam istirahat yang semau gue, jenis asupan yang kurang gizi, kok ada dekat dengan hidupku sehari-hari ya? Thanks banget dear.

    [Reply]

  4. Ikkyu_san says:

    satu lagi
    jika ada keluarga yang pernah meninggal karena kanker, berarti kita juga rentan pada penyakit itu. Biasakan untuk cek darah + (lupa apa namanya yang untuk tahu kemungkinan kanker—agak mahal sih) sehingga kita juga bisa waspada. Sayur deh kuncinya.

    Aku pernah dengar harus makan broccoli/kembang kol, karena kanker bentuknya kayak gitu hihihi

    EM

    ~Nat:
    thanks banget infonya mba! sangat bermanfaat
    :)

    [Reply]

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p