nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

2 american dream (2)

nat to destinesia — Tags: ,  

(bagian kedua dari 2 tulisan)

Sedikit cerita tentang keberangkatan saya ke Amerika kemarin, ternyata banyak pihak di internal kantor yang tidak terlalu mendukung keberangkatan saya. Nada2 miring sempat mampir ke telinga, umumnya meragukan (dan menyesalkan) kenapa saya yang diutus berangkat. Maklum, saya bukan reporter dan dinilai “tidak tahu lapangan”.

Hehehe… no problem. It happens anywhere thou. Lagipula, toh dukungan positif dari sahabat2 sejati di luar lingkungan itu, sudah lebih dari cukup bagi saya.

bersama rekan2 jurnalis Indonesia

bersama rekan-rekan jurnalis

Saya juga ingat kata-kata Pak Rhenald Kasali dulu banget waktu sempat ngobrol di kantor beliau di MMUI Salemba: “Pakai teleskop, jangan mikroskop. Orang2 di lingkungan Anda akan selalu menggunakan mikroskop untuk membesar2kan hal2 kecil dan sepele menjadi masalah. Senjata Anda adalah, gunakan teleskop, untuk melihat hal-hal yang jauh di luar sana, yang justru lebih besar daripada yang ada di tempat Anda sekarang berada.”

Perjalanan selama dua minggu kemarin memberikan pemahaman baru pada saya, tentang makna ‘bermimpi’ dan ‘bertindak’.

Kata Paulo Coelho: beranilah bermimpi, maka seluruh alam akan membantu mewujudkannya. Tapi kata Zainal Abidin: beranilah bermimpi, dan bertindak, maka seluruh alam akan membantu mewujudkannya. Mirip kata Tias Anggoro, my another former SM: beranilah bermimpi, dan beranilah bangun untuk mewujudkannya.

meliput kampanye Obama di Columbus, Ohio.

meliput kampanye Obama di Columbus-Ohio

Siapa sangka, visa rekan reporter saya tidak keluar. Siapa sangka, staf U.S. Embassy biasa mendengarkan saya siaran berita sore dan mengusulkan nama saya (mungkin itupun kebetulan ia dengar pas di bulan puasa saja, karena di jadwal reguler sehari2 saya ga pernah kebagian baca berita sore, kecuali selama bulan puasa). Siapa sangka pula, staf U.S. Embassy itu mencari masukan tentang siapa saya, kepada mantan atasan yang sudah paham betul bagaimana saya bekerja… and all that leads me to where I am now ;)

So, dare to dream. Dare to step. You’ll never know. :wink:

2 Comments »

  1. Congratulation. Senang menjadi bagian dari sukses seorang sahabat saya, LiC.

    Jay, de Terrorist

    SP said,
    tararengkyu kang
    :)

    [Reply]

  2. mangkum says:

    Hi Lia… blogwalking nih…

    Seneng juga ya berhasil meraih mimpi. Gw jadi termotivasi nih… Thx sharingnya…

    Hm, buat gw mas Jamil telah menginspirasi untuk kembali menguatkan mimpi2 gw. Proposal Hidup itu keren banget. Gw harus bikin nih, btw bukunya bentar lagi keluar yah? Sekalian gw mau bikin Laporan Hidup juga… (aha jadi ada ide buat nulis di blog)


    LiC:
    mimpi berikutnya yang udah kecapai Mang: ngeliat Bosscha dari dekat. hehehe. punten baru dibales sekarang nih comment.

    [Reply]

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p