nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

1 were those really best ages?

nat to jurnal — Tags: ,  

Kata Donald Trump:

Berita duka bagi pria yang memasuki usia akhir 30-an. Menurut sebuah studi, pria yang memasuki usia paruh baya mengalami masa-masa paling sengsara dibandingkan masa-masa lain dalam hidupnya. Di rumah, mereka sudah kehilangan masa-masa romantis dengan istri, dan somehow mereka juga kehilangan pengaruh atas istrinya. Di kantor, mereka justru masih harus berhadapan dengan bos yang sulit. Padahal, jiwa muda dan semangat untuk bekerja, sudah tak lagi mereka miliki. Studi itu mengemukakan, secara umum memang banyak pria dan wanita yang mengakui bahwa masa-masa terbaik dalam kehidupan mereka adalah ketika berusia 25 tahunan. Menurut saya, tentu saja ini sangat menyedihkan. Kalau Anda berpikir bahwa saat-saat terbaik dalam hidup Anda sudah lewat, lalu untuk apa Anda masih hidup sekarang?? Saya pribadi, sangat menikmati hidup saya saat ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saya merasa seperti masih berumur 25 tahun, meskipun sebenarnya umur saya sudah jauh lebih tua dari itu. Tapi tahukah Anda, justru perasaan seperti inilah yang membuat saya bisa selalu terlihat baik kapan saja.

Sepakat dengan Donald Trump.

Kalau ada kesempatan untuk dilahirkan lagi dan boleh memilih kembali ke usia berapa dalam hidup saya (seperti tawaran-tawaran imajinasi tipuan yang sering didengung-dengungkan itu), gak pernah sedikit pun terbersit keinginan di kepala untuk kembali ke usia 25 yang penuh petualangan gila, menggiurkan, dan menakjubkan; atau ke masa kuliah yang pertama kali membuka mata dan telinga tentang “dunia di luar jendela kamar”; atau bahkan ke masa SMA yang sangat indah dengan pertemanan hangat dan menggemaskan; atau ke masa SMP yang dipenuhi mimpi Cinderella dan putri khayangan dari surga.

Relakah saya kembali untuk merasakan keindahan dan kesempurnaan pada masa-masa itu, dengan konsekuensi kehilangan pembelajaran hidup tentang mengambil keputusan, tentang kesadaran akan kekuatan di balik kelemahan, tentang keberuntungan di balik kerugian, tentang kebaikan di balik keburukan, tentang berkah setelah musibah, tentang kedewasaan, tentang kebijaksanaan?

Tidak, tentu saja.

Jadi,

Katakan selamat tinggal pada masa lalu. Terima kasih hari ini. Selamat datang masa depan.

1 Comment »

  1. vira says:

    yuppy setuju sekali…..mengulang masa lalu yang dianggap “paling indah & gw banget” akan membuat kita kehilangan pembelajaran2 yang (seringnya sch..) didapat saat kita kalah,sedih,terpuruk,atau kehilangan.
    Lagipula tak ada fase dalam hidup dimana semua celah waktunya full berisi cerita2 bahagia…..pasti warna-warni, aneka rasa, itulah hidup, so…….hidup maju terus!!!

    [Reply]

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p