nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

0 shutter

Menonton film horor hampir tak pernah masuk dalam to-do-list favorit saya. Meskipun sebetulnya sejak kecil saya dikenal tak pernah takut, tetap saja film horor tak pernah berhasil menarik minat saya. Ngapain juga orang dengan sengaja melakukan sesuatu hanya untuk menakut2i dirinya sendiri, atau hanya untuk menguji keberanian dirinya, itu selalu pikir saya. Rasa tak suka saya pada film horor juga semakin kuat, karena kenyataannya seringkali film horor hanya mengekspos adegan2 seram yang berusaha mencopot jantung, tanpa diikuti jalan cerita yang kuat dan baik. So horror movie, is not an issue to me.

Berhubung tugas, kok rasanya tidak gentle kalau saya menghindari menonton film horor hanya karena tak suka dan takut nonton sendirian kan. Somehow, saya tau sejak awal bahwa saya pasti akan pergi nonton juga, setelah menerima jadwal preview dari Rayni Massardi. Sambil mengenakan syal untuk mengerudungi kepala dan kanan kiri wajah, menontonlah saya, film SHUTTER.

Berbeda dengan film versi Asia, SHUTTER versi Hollywood terbilang masih bisa ditonton oleh orang2 yang termasuk rada jantungan. Meski ada beberapa scene yang pasti menyeramkan dan bikin mata membelalak atau malah memejam ketakutan, SHUTTER Hollywood lebih mengedepankan jalan cerita, layaknya film horor Hollywood sejenis yang juga diadaptasi dari versi Asia.

SHUTTER berkisah tentang sepasang pengantin baru yang berbulan madu ke Jepang, yang mengalami kecelakaan menakutkan dalam perjalanan menuju tempat liburan mereka. Sejak kecelakaan, pasangan ini menemukan gambar2 seram yang selalu ada hampir di setiap foto pribadi mereka. Tapi tak hanya itu, mereka juga ternyata kemudian sering mengalami kejadian2 seram, yang tampak saling berkaitan satu sama lain.

Ada apa dengan foto2 tersebut? Siapakah atau apakah yang muncul dalam foto2 mereka dan tidak pernah mau hilang itu? Pasangan ini memutuskan untuk mencari tahu dan menyibak misteri tersebut, dan sampai kepada apa yang di Jepang disebut dengan spirit photography. Ini adalah media yang digunakan roh orang yang sudah meninggal, untuk menyampaikan pesan kepada orang yang masih hidup, dengan tujuan menyelesaikan “urusan yang belum selesai”.

Urusan apa yang belum selesai yang melibatkan newly wed itu? Dan apakah urusan itu berdampak pada pernikahan mereka? SHUTTER, produksi 20th Century Fox, diperankan Joshua Jackson, Rachel Taylor, David Denman, James Kyson Lee, dan Maya Hazen.

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p