nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

0 mengembangkan kepakan sayap yang kuat

Inspirator sukses mulia sharing tentang butterfly effect di program motivasi Kamis sore kemarin. Adalah Profesor Edward Norton Lorenz, meteorologist asal Amerika Serikat, yang menemukan butterfly effect (efek kupu-kupu), yang mendasari teori chaos di tahun 1961.

Teori butterfly effect menjelaskan bagaimana kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Fenomena ini terjadi akibat adanya ketergantungan suatu sistem yang sangat tinggi pada kondisi awal. Hanya sedikit perubahan pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis kelakuan sistem pada jangka panjang. Jika suatu sistem dimulai dengan kondisi awal misalnya 2, maka hasil akhir sistem tersebut akan jauh berbeda jika dimulai dengan input nilai 2,000001 meskipun nilai 0,000001 sangat kecil dan dianggap wajar untuk diabaikan.

Ingin tahu apa sebenarnya yang dilakukan Prof. Edward Lorenz? Ia meneliti perilaku cuaca, dengan mengoperasikan 12 persamaan diferensial non-linear dengan komputer. Dalam melihat deret tertentu hasil perhitungan, pada awalnya ia mencetak hasil perhitungannya di atas sehelai kertas dengan format 6 angka di belakang koma (…,506127). Kemudian, untuk menghemat waktu dan kertas, ia mengambil 1 bilangan dari hasil cetakan tadi kemudian meng-input kondisi awal ke dalam persamaan dengan melakukan pembulatan angka, jadi hanya memasukkan 3 angka di belakang koma (…,506), dengan pertimbangan bahwa hasil perhitungannya tidak akan jauh berbeda.

Namun, sejam kemudian ia dikagetkan dengan hasil yang sangat berbeda. Hasil iterasi perhitungan menunjukkan, perbedaan digit keempat dan seterusnya menghasilkan percabangan2 yang memberikan hasil yang sangat berbeda dengan perhitungan sebelumnya. Gambarannya, kedua kurva yang dihasilkan dari persamaan yang pada awalnya memang berimpitan, sedikit demi sedikit bergeser dan membentuk corak yang sama sekali berbeda.

Kesimpulan penelitian tersebut adalah, kesalahan yang sangat kecil akan menyebabkan bencana di kemudian hari. Dalam kehidupan sehari2, setiap tindakan kita berpengaruh untuk mencegah atau membuka peluang terjadinya peristiwa lain. Itu artinya, kita bisa mengendalikan masa depan kita, dengan membuat kepakan sayap kupu-kupu yang berkualitas mulai dari sekarang. Semakin berkualitas kepakan sayap yang kita buat, maka akan semakin berkualitas pula pengaruhnya bagi diri kita. Semakin kuat kepakan sayap yang kita kembangkan, maka akan semakin kuat dan besar pula kemampuan kita untuk menghadapi efek kupu-kupu yang diciptakan orang lain terhadap diri kita.

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p