nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

0 bertanam kebaikan

nat to kertas kerja — Tags: , ,  

Kalau Anda sehari saja bertemu dengan bung marketer penasaran, narsum program marketing Rabu sore kami, Anda bisa melompat terkaget2 mendengar suara tawanya yang menggelegar. Mungkin Anda lantas akan berpikir bahwa ini orang ga pernah susah, hepi melulu, enjoy life banget.

Itu sebabnya saya merasa sangat surprise ketika dalam siaran Rabu kemarin, saya melihat mata bung marketer berkaca-kaca dengan kulit sekitar hidung dan matanya berubah memerah. Saya hampir ga percaya, lalu saya putuskan untuk bertanya: kok kayanya jadi terharu ya?

Dan ternyata saya bukan sedang salah lihat. Bung marketer memang terharu, terbawa perasaan saat bercerita tentang kebaikan yang ia rasakan dari seorang nenek Vietnam yang menjadi teman sebangkunya di pesawat dalam perjalanan pulang dari Chicago ke Jakarta minggu lalu. Kisah ini juga dimuat di Gatra edisi pekan ini, dan diposting oleh bung marketer di blognya yang bikin penasaran.

Nenek Vietnam itu tidak bisa berbahasa Inggris. Satu-satunya cara ia berkomunikasi dengan orang lain, adalah hanya dengan membuat bahasa2 isyarat dengan tangannya, tanpa pernah lepas menyunggingkan senyum dan tawanya. Hanya itu modalnya, senyum dan tawa. Dan dia berhasil melewati semua “tantangan”, seperti survive di perjalanan udara antarnegara, memesan minum dari pramugari, ngobrol dengan bung marketer di perjalanan (dengan bahasa isyarat sambil menunjuk2kan foto keluarganya), meminta bantuan untuk mengambil koper dari bagasi di atas kabin, dll.

Bagi bung marketer, kebaikan hati nenek Vietnam telah sangat mempengaruhi dirinya. Bung marketer merasakan aura kebaikan yang sulit digambarkan dengan kata2, namun yang jelas kebaikan itu telah menyentuh hatinya.

Kebaikan hati seseorang, akan memberikan pengaruh pada hati orang lain. Dan setiap kebaikan yang kita lakukan, selalu akan mendatangkan kebaikan2 lain yang tidak pernah disangka2 datangnya.

Bung marketer juga mengatakan, hanya ada dua jalan di dunia ini: jalan orang baik, atau jalan orang jahat. Atau kalau pakai istilah anak2: orang baik adalah jagoan, dan orang jahat adalah bandit. Terserah kita mau pilih yang mana: jadi jagoan kehidupan atau bandit kehidupan? Mau jadi orang baik atau orang jahat? Tidak ada pilihan yang setengah2. Jadi tidak ada orang ‘agak baik’, atau ‘setengah baik’, atau ‘cukup baik’. Yang ada hanya: ‘baik’ atau ‘jahat’. Bukan ‘setengah baik’ atau ‘setengah jahat’.

Saya sempat berkomentar bahwa hidup ini kan tidak sesederhana itu. Tapi menurut bung marketer, sesungguhnya adalah memang sesederhana itu. Hidup ini tidak ada yang abu-abu, tapi putih atau hitam. Dalam hidupnya, setiap manusia selalu dihadapkan pada pilihan: mau pilih yang baik, atau yang jahat. Hmm… mungkin betul juga. Abu-abu hanyalah bikinan manusia saja, untuk menutupi ‘hitam’ yang dilakukan.

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p