nat @liachristiedon't pray in my school and i won't think in your church

0 vantage point

Pernah trauma ga nonton film aneh CLOVERFIELD yang baru keluar bulan lalu? Kepala dibuat pusing menonton hampir semua adegan film yang di-syut dengan menggunakan handycam salah seorang tokoh dalam film itu. Ceritanya memang, semua tokoh di film itu adalah saksi mata dalam sebuah peristiwa mengerikan yang terjadi di Kota New York, dan salah satu dari mereka merekam semua kejadian dari awal sampai akhir dengan handycam-nya. Nah… film ini menyuguhkan keseluruhan isi rekaman handycam itu.

Asli, capek banget nontonnya. Berhubung gambarnya di-plot seolah2 hasil rekaman dari handycam, maka gambarnya pun bergerak2 mengikuti gerakan orang yang merekam. Kalau perekamnya lari-lari, gambarnya juga jadi tampak seperti dibawa orang yang sedang lari-lari. Kalau perekamnya terjatuh dan berguling2, gambarnya juga jadi berguling2. Kasihan yang nonton kan, bolak-balik mengurut kening sekitar mata yang dibuat pening karenanya.

Memang bukan olahraga mata yang direkomendasikan, and tottally not a recommended movie either. Saat itu pun saya bahkan langsung memutuskan tidak akan memasukkan Cloverfield ke program Minggu pagi saya. Subjektif memang, tapi saya ga tega kalau ada pendengar yang jadi pengen nonton lalu mengumpat2 setelahnya.

Itu pikir saya waktu itu. Tapi sekarang, saya pikir mungkin ga ada salahnya juga kalau saya masukkan saja waktu itu. Toh saya cuma kasih resensi, dan pasti dalam script resensi juga akan disampaikan soal gambar yang bikin juling mata itu. Jadi kalau pendengar penasaran dan tetap ingin nonton, mereka sudah bisa siap mental dulu sebelumnya. Movie preview kan tidak harus selalu menampilkan film2 bagus atau yang patut ditonton saja, tapi bisa juga film yang jelek banget, film yang tidak biasa, atau film yang lain dari yang lain. Baiklah, that’s a big lesson for me.

Sekarang… ada lagi film tidak biasa lainnya. VANTAGE POINT. Kalau Cloverfield membuat Anda capek dengan gambar yang terguncang2, Vantage Point membuat Anda “capek” dengan gambar yang diulang2. Namun berbeda dengan Cloverfield yang nyaris sepanjang durasi tidak bisa dinikmati, Vantage Point tetap bisa dinikmati tanpa harus mengernyitkan kening.

Action thriller Vantage Point menceritakan delapan orang dengan delapan sudut pandang yang berbeda, untuk menguak kebenaran di balik upaya pembunuhan terhadap Presiden AS. Thomas Barnes dan Kent Taylor adalah Agen Rahasia yang ditugaskan mengawal Presiden Ashton pada acara puncak KTT Penolakan Terorisme yang berlangsung di sebuah taman terbuka di Spanyol. Sesaat setelah President Ashton tertembak saat ia akan mulai berpidato di podium di taman tersebut, situasi di lokasi itu segera menjadi kacau-balau.

Dalam kerumunan orang, Howard Lewis, seorang turis Amerika, merekam kejadian tersebut dengan camcorder-nya untuk ia tunjukkan kepada keluarganya di Amerika. Juga ada di sana Rex Brooks, seorang produser berita yang merekam jalannya acara tersebut, dan menyiarkan tayangan itu ke seluruh dunia.

Di film ini kita mengikuti jalan cerita delapan orang berdasarkan sudut pandang mereka masing-masing, dalam waktu 15 menit sebelum penembakan Presiden Ashton terjadi. Delapan jalan cerita tersebut seperti puzzle, yang akan mengungkap kebenaran di balik upaya pembunuhan tersebut.

Vantage Point produksi Columbia Pictures berdurasi 90 menit, diperankan oleh Dennis Quaid, Matthew Fox, dan Forest Whitaker, bersama Sigourney Weaver dan William Hurt.

Meski adegan pra-penembakan yang diulang2 terasa agak membosankan, bahkan semula saya pikir “wah boring nih kayanya”. Namun, kedelapan jalan cerita yang berbeda2 dan unik antara satu dengan lainnya, membuat film ini menarik dan layak dikategorikan kreatif dalam ide cerita. Selalu ada hal-hal baru yang terungkap dari masing2 jalan cerita yang tidak bisa dilihat dari jalan cerita yang lain. Seperti puzzle, rangkaian peristiwanya yang terpotong-potong akhirnya membentuk satu cerita yang utuh.

Seru. Meskipun sebenarnya agak terlalu berlebihan rasanya menggambarkan Presiden AS bisa dengan begitu mudah tertangkap oleh komplotan penculik yang ga lebih dari lima orang. Ah tapi, bisa saja lima orang itu cuma yang terlihat, dan mungkin saja ada sudut pandang lain yang tidak tertampilkan di film ini.

Message yang bisa diambil mungkin, membuka pemikiran untuk menyadari bahwa sesuatu hal bisa memiliki banyak makna dan pemahaman yang berbeda, bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda pula.

Leave a comment

CommentLuv Enabled
:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p